Tuesday, June 9, 2015

Minta Hujan, Penganut Ilmu Hitam Penggal Kepala Untuk ditanam di Sawah

Minta Hujan, Penganut Ilmu Hitam Penggal Kepala Untuk ditanam di Sawah  - Thepa Kharia tewas ketika gelombang panas 'memanggang' India. Bukan sebagai korban, tapi tumbal.*

Hari itu, 31 Mei 2015, orang-orang masuk dengan paksa ke gubuknya di sebuah desa kecil di Negara Bagian Jharkhand. Mereka curiga saat Kharia tak muncul di pasar minggu. Benar saja, saat pintu dibuka, pemandangan mengerikan terpampang.

Ada kubangan darah dengan bau anyir, jasadnya yang tanpa kepala tergolek mengenaskan. Baru semalam nyawa pria 55 tahun itu dihela paksa dari raga dengan cara sadis.

Keluarga korban yakin, kelompok penganut ilmu hitam membunuhnya, memenggal kepalanya untuk ditanam di sawah, sebagai persembahan dalam ritual minta hujan.

“Keluarga mengatakan, penganut ilmu gaib membunuhnya untuk ritual. Kepalanya masih hilang,” kata Ajay Kumar Thakur, polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan di Distrik Gumla, seperti dikutip dari Daily Mail.

Mereka yang percaya ilmu gaib dikenal sebagai kelompok Orkas atau Mudkatwa. Namun, siapa pastinya pembunuh Kharia belum teridentifikasi.

Jharkhand memang sedang dilanda gelombang panas mematikan. Suhu udara di sana mencapai 47 derajat Celcius. Hujan diharapkan mengguyur pada pekan kedua di Bulan Juni.

Sudah lama, kelompok penganut ilmu hitam menebar teror. "Tak ada yang berani mengajukan keluhan soal Orkas. Kebanyakan penduduk takut pada kelompok tersebut, yang bergentayangan mencari korban sebelum musim hujan," tambah Thakur.

Memenggal kepala manusia biasa dilakukan di sana. Namun, hanya sedikit yang bernyali lapor ke polisi. Pada 2005, seorang pria 70 tahun dipenjara karena melakukan 5 kali pemenggalan.

"Orkas bisa siapa saja, dari petani hingga tantrik, Mereka mengubur kepala di sawah, berharap pengorbanan itu menghasilkan panen yang baik. Tak ada siapapun yang berani melapor," kata adik Kharia, yang mengumpulkan keberanian demi rasa keadilan bagi sang kakak.

Beberapa hari sebelum kematian Kharia, seorang bocah menjadi korban ritual pengorbanan manusia. Jasad Sanatan Bag (5) ditemukan di sebuah kuil di Desa Rangapara, di negara bagian Assam.

Korban diduga dibunuh seorang penganut ilmu hitam, yang akhirnya tewas dihakimi oleh warga yang murka.(*)/liputan6
Description: Minta Hujan, Penganut Ilmu Hitam Penggal Kepala Untuk ditanam di Sawah Rating: 4.5 Reviewer: Raihan Azka - ItemReviewed: Minta Hujan, Penganut Ilmu Hitam Penggal Kepala Untuk ditanam di Sawah

Ingin Berlangganan Artikel-Masukkan Email Anda Disini: [GRATIS]

Terima kasih anda telah membaca artikel tentang Minta Hujan, Penganut Ilmu Hitam Penggal Kepala Untuk ditanam di Sawah dan hak cipta dari semua isi/konten yang di repost dalam artikel ini ada pada setiap sumber yang dapat dilihat di akhir artikel, Jika Anda pemilik hak cipta dari isi/konten artikel Minta Hujan, Penganut Ilmu Hitam Penggal Kepala Untuk ditanam di Sawah tidak ingin ditampilkan dalam www.beritaonline.web.id, Anda dapat menghubungi admin Berita Online via Contact Us.

Berita Lainnya: