Thursday, December 13, 2012

Wanita Ini Selundupkan Kokain di Dalam Payudara

Seorang perempuan asal Panama terpaksa ditangkap di Bandarta El Prat, Barcelona, karena menyelundupkan 1,8 kilogram kokain di payudaranya. Perempuan itu dipaksa untuk menjalani operasi selayaknya implan payudara.

Saat perempuan itu digeledah, polisi menemukan perban berdarah yang menutupi payudaranya. Perempuan itu mengaku, darah itu adalah darah dari operasi yang ditujukan untuk menyelundupkan dua kilogram kokain ke tubuhnya.

Perempuan tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit dan dokter berhasil mengambil kokain seberat 1,8 kilogram yang dibungkus plastik di dalam payudara perempuan itu. Kokain itu sendiri bisa menghasilkan keuntungan sebesar 240 ribu Poundsterling atau sekira Rp3,7 miliar (Rp15.540 per 1 poundsterling).

"Dia dalam kondisi yang buruk ketika tiba. Dia mengatakan bahwa, dia tidak sedang sakit namun dia terluka dengan cukup parah," ujar kepolisian, seperti dikutip Vozpopuli, Kamis (13/12/2012).

Polisi pun mengaku, kasus ini merupakan kasus kedua yang pernah dijumpainya. Pada 2011 lalu, seorang model ditangkap oleh polisi Italia karena menyelundupkan kokain di payudara dan bokongnya.

Meski demikian, polisi sampai saat ini tidak menyebutkan identitas perempuan itu ke publik. Polisi pun mengatakan, perempuan itu bisa meninggal dunia karena kokain yang disimpan di dalam payudaranya.(*)

Sumber: okezone.com Description: Wanita Ini Selundupkan Kokain di Dalam Payudara Rating: 4.5 Reviewer: Raihan Azka - ItemReviewed: Wanita Ini Selundupkan Kokain di Dalam Payudara

Ingin Berlangganan Artikel-Masukkan Email Anda Disini: [GRATIS]

Terima kasih anda telah membaca artikel tentang Wanita Ini Selundupkan Kokain di Dalam Payudara dan hak cipta dari semua isi/konten yang di repost dalam artikel ini ada pada setiap sumber yang dapat dilihat di akhir artikel, Jika Anda pemilik hak cipta dari isi/konten artikel Wanita Ini Selundupkan Kokain di Dalam Payudara tidak ingin ditampilkan dalam www.beritaonline.web.id, Anda dapat menghubungi admin Berita Online via Contact Us.

Berita Lainnya: